Ada Pertanyaan ? +62 0274 869065

       Akademi Pertanian Yogyakarta didirikan oleh Yayasan Widya Taruna Bhakti yang berdiri pada tahun 1976. Yayasan ini dibentuk oleh para pemuda Desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman yang merupakan lulusan perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu. Pada masa itu, yayasan tersebut masih belum memiliki kegiatan yang cukup berarti, sampai salah satu pengusulnya, Drh. H. Partiman Achmat, sepulangnya dari Swedia, dengan dukungan fasilitas dari Bapak Noto Soegiwo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Sariharjo, mendirikan Akademi Pertanian Yogyakarta (APTA) pada tanggal 4 Februari 1984.

        Pada tanggal 8 Oktober 1986, Akademi Pertanian Yogyakarta memperoleh izin penyelenggaraan dari Kopertis Wilayah V Yogyakarta dengan No SK 0683/0/1986 dengan status terdaftar. Dalam perkembangannya, Akademi Pertanian Yogyakarta memperoleh status akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada tanggal 8 Maret 2002 dengan nomor SK 001/BAN-PT/Ak-I/DPL/2002. Akademi Pertanian Yogyakarta di bawah naungan Yayasan Widya Taruna Bhakti  (SK Menkumham No. AHU-2873.AH.01.04.2011) memperoleh status Terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (14 Mei 2010) dengan SK 002/BAN-PT/AK-X/DPL-III/V/2010 (berlaku sampai tahun 2015). Kini Akademi Pertanian Yogyakarta memperoleh status Terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan SK No. 137/SK/BAN-PT/Akred/DPL-III/IV/2015 (berlaku sampai tahun 2020).

       Akademi Pertanian Yogyakarta (APTA) memiliki lambang yang berbingkai mahkota berjumlah lima berwarna kuning emas yang melambangkan APTA ialah perguruan tinggi yang berasaskan Pancasila dan memancarkan ilmu pengetahuan dan kebajikan. Empat rangkaian padi, cengkeh, lembu dan ikan emas dalam satu lingkaran dengan dasar warna biru melambangkan pendidikan pertanian secara terpadu, yaitu perpaduan usaha tanaman pangan, perkebunan dan pertanian dalam arti luas. Empat rangkaian padi, lembu, cengkeh dan ikan mas melambangkan usaha pertanian secara terpadu bidang pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan, sebagai usaha bidang tanaman pangan dalam arti luas yang diartikan dalam sengkalan memet “catur Buja”: catur =4 buja =2, melambangkan tanggal lahir Akademi Pertanian Yogyakarta yaitu tanggal 4 bulan Februari. Empat bidang usaha (sektor) untuk menuju tercapainya pembangunan nasional masyarakat adil dan makmur dilambangkan dengan urut-urutan dibalik dari belakang ke muka yaitu 1984 sebagai tahun berdirinya Akademi Pertanian Yogyakarta

Lambang lingkaran dan rangkaiannya:

  • 1. Lingkaran yang terbagi dalam empat bidang yang sama luasnya oleh dua garis tengah yang berbentuk diagonal melambangkan tanggal 4.
  • 2. Dua lingkaran melambangkan angka 2 yaitu bulan Februari.
  • 3. Seekor lembu menunjuukan angka 1, seekor ikan mas dengan sisik berjumlah 9, jumlah biji padi 8, dan jumlah kuncup bunga cengkeh 4, kesemuanya itu melambangkan angka tahun 1984

Makna lingkaran dam empat rangkaian:

  • 1. Dua lingkaran sepusat terbagi dalam empat bidang yang sama luasnya melambangkan kebulatan tekad Akademi Pertanian Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional dan melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) yang seimbang, selaras dan serasi.
  • 2. Padi berwarna kuning emas melambangkan tujuan pendidikan pertanian ialah meningkatkan kemakmuran bangsa.
  • 3. Cengkeh berwarna hijau sebagai bunga yang sangat berfaedah melambangkan pendidikan pertanian terpadu sangat bermanfaat dalam menunjang pembangunan nasional sepanjang masa.
  • 4. Lembu berwarna putih sebagai binatang yang dikeramatkan melambangkan pendidikan pertanian merupakan perpaduan ilmu pengetahuan, kesucian dan kebajikan.
  • 5. Ikan mas dengan kombinasi sisik warna kuning mas dan putih disebut silih asih, melambangkan kesatuan ilmu pengetahuan, kesucian dan pembangunan.